Sejak fenomena pemanasan global mencuat, isu-isu yang berkaitan dengan
lingkungan banyak digaungkan di berbagai bidang termasuk properti. Di
bidang ini, pemilihan material atau bahan bangunan adalah salah satu
langkah yang dilakukan dalam upaya menciptakan green property atau properti yang ramah lingkungan.
Selain memilih material yang harganya kompetitif, saat ini kesadaran
untuk memilih materi berkualitas, efisien, dan ramah lingkungan menjadi
pilihan masyarakat modern.
Memilih material ramah lingkungan, menjadi penting karena tidak hanya semata-mata demi kelestarian
alam, tetapi juga sebenarnya jauh lebih efisien dan hemat dari segi
estimasi biaya jangka panjang.
Secara sederhana, pemilihan material yang ramah dapat dijabarkan menjadi dua hal yakni
dari sisi teknologi dan penggunaan. Dari sisi teknologi, misalnya,
pemilihan bahan sebaiknya menghindari adanya toksin atau racun dan
diproduksi tidak bertentangan dengan alam. Sebagai contoh, minimalkan
penggunaan material kayu, batu alam ataupun bahan bangunan yang
mengandung racun seperti asbeston.
Sedangkan dari sisi penggunaan, pemilihan material yang ramah lingkungan
misalnya menggunakan lampu hemat energi seperti lampu LED yang rendah
konsumsi listrik, semen instan yang praktis dan efisien, atau pun
memilih keran yang memakai tap yang hanya mengeluarkan air dalam volume tertentu.
Semen instan
Menyoal penggunaan semen instan sebagai bahan yang ramah lingkungan, semen saat ini masih menjadi salah satu penyumbang pemanasan
global. Namun dilihat dari penggunaannya, semen instan dinilai lebih
ramah lingkungan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan semen
konvensional. "Semen instan menjadikan pembangunan menjadi lebih
efektif, efisien, dan hemat dari segi biaya dan waktu,"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar