Jumat, 06 Mei 2011

Tugas 3 Konservasi Arsitektur – Bangunan Cagar Budaya







Tugas 3 – Konservasi Arsitektur

Bangunan cagar budaya dari segi arsitektur maupun sejarahnya dibagi dalam 3 (tiga) golongan, yaitu :cagar budaya golongan A, cagar budaya golongan B, cagar budaya golongan C, buat tulisan mengenai 3 (tiga) golongan tersebut berikut studi contoh bangunannya?

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan A

  1. Bangunan dilarang dibongkar dan atau diubah
  2. Apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya.
  3. Pemeliharaan dan perawatan bangunan harus menggunakan bahan yang sama / sejenis atau memiliki karakter yang sama, dengan mempertahankan detail ornamen bangunan yang telah ada
  4. Dalam upaya revitalisasi dimungkinkan adanya penyesuaian / perubahan fungsi sesuai rencana kota yang berlaku tanpa mengubah bentuk bangunan aslinya
  5. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan B

  1. Bangunan dilarang dibongkar secara sengaja, dan apabila kondisi fisik bangunan buruk, roboh, terbakar atau tidak layak tegak dapat dilakukan pembongkaran untuk dibangun kembali sama seperti semula sesuai dengan aslinya
  2. Pemeliharan dan perawatan bangunan harus dilakukan tanpa mengubah pola tampak depan, atap, dan warna, serta dengan mempertahankan detail dan ornamen bangunan yang penting.
  3. Dalam upaya rehabilitasi dan revitalisasi dimungkinkan adanya perubahan tata ruang dalam asalkan tidak mengubah struktur utama bangunan
  4. Di dalam persil atau lahan bangunan cagar budaya dimungkinkan adanya bangunan tambahan yang menjadi satu kesatuan yang utuh dengan bangunan utama

Pemugaran Bangunan Cagar Budaya

Golongan C

  1. Perubahan bangunan dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan pola tampak muka, arsitektur utama dan bentuk atap bangunan
  2. Detail ornamen dan bahan bangunan disesuaikan dengan arsitektur bangunan disekitarnya dalam keserasian lingkungan
  3. Penambahan Bangunan di dalam perpetakan atau persil hanya dapat dilakukan di belakang bangunan cagar budaya yang harus sesuai dengan arsitektur bangunan cagar budaya dalam keserasian lingkungan
  4. Fungsi bangunan dapat diubah sesuai dengan rencana Kota

KRITERIA DAN TOLAK UKUR BANGUNAN PEMUGARAN

a) Nilai sejarah

b) Usia / Umur Lingkungan

c) Keaslian

d) Kelangkaan

e) Tengeran / Landmark

f) Arsitektur

Contoh bangunan

Golongan A


Gedung Sate hasil rancangan Ir.J.Gerber, arsitek kenamaan lulusan Fakultas Teknik Delf Nederland dan timnya ini.


Kota Bandung yang sejuk, Anda juga bisa menjumpai sebuah bangunan dengan arsitektur yang lain dari yang lain. Dibangun pada era kolonial Belanda, Gedung Sate, demikian gedung ini banyak disebut, merupakan salah satu daya tarik yang ada di Kota Kembang. Nama Gedung Sate sendiri muncul karena sebuah ornamen yang terlihat seperti tusuk sate di puncak menara utamanya.

selesai dibangun pada tahun 1924. Bangunan ini mengadopsi gaya arsitektur era Renaissance Italia. Namun, pada bagian tengahnya terdapat menara bertingkat yang mirip dengan atap meru atau pagoda. Oleh sebab itulah, kalangan arsitek menilai bahwa Gedung Sate memiliki rancangan yang "berani beda" dan tak populer di zamannya.

Golongan B


Mesjid Istiqlal

Jakarta yang serba modern dan dipenuhi gedung kaca, ternyata masih memiliki bangunan bersejarah dengan desain yang indah, yaitu Mesjid Istiqlal.

Rumah ibadah umat muslim yang megah ini telah lama menjadi salah satu landmark Jakarta. Kokoh berdiri di atas areal seluas 9,5 hektar dan berkapasitas hingga 8.000 orang, mesjid hasil karya arsitek Indonesia, F. Silaban ini, pernah menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi kebanggaan umat muslim Ibukota dan Indonesia. Dibangun pada masa-masa awal kemerdekaan, mesjid ini memang melambangkan kemerdekaan, sesuai dengan arti dari nama yang disandangnya.

Mesjid Istiqlal mempunyai sebuah kubah raksasa berwarna putih yang bentuknya seperti bola dibelah dua. Layaknya mesjid lain di dunia, Mesjid Istiqlal ini juga dilengkapi sebuah menara yang tingginya menggambarkan jumlah ayat yang ada pada kitab suci Al Qur'an. Sebuah bedug raksasa ikut menambah keunikan mesjid ini. Ukurannya yang amat besar, menobatkan bedug ini sebagai bedug terbesar di Indonesia!

Golongan C


Museum Seni Rupa dan Keramik

Sekilas bila melihat gedung, gedung museum ini mirip dengan gedung-gedung peradilan. Pilar-pilar raksasa menopang kanopi berbentuk prisma memperkuat kesan ini. Terang saja, wong dulunya adalah gedung peradilan Hindia Belanda pada kompleks benteng Batavia (Ordinaris Raad Van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia) yang dibangun pada tanggal 12 Januari 1870.

Tahun 1944, ketika masa pendudukan Jepang, gedung ini pernah dipakai sebagai asrama militer KNIL dan selanjutnya digunakan sebagai asrama TNI. Tanggal 10 Januari 1972, gedung ini dimasukkan dalam daftar bangunan bersejarah.

Pada tahun 1973-1976 gedung ini digunakan untuk kantor Walikota Jakarta Barat, dan pada tanggal 20 Agustus 1976 gedung ini diresmikan sebagai Balai Seni Rupa oleh presiden Soeharto. Tanggal 7 Juni 1977, gubernur Ali Sadikin meresmikan museum keramik yang sejak tahun 1990 berubah fungsi menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

Kamis, 05 Mei 2011

Kriteria Konservasi Arsitektur









Kriteria konservasi, terdiri dari:

Estetika
Penilaian estetika suatu bangunan tergantung dari perasaan, pikiran, pengaruh lingkungan, dan norma yang bekerja pada diri pengamat. Estetika suatu bangunan biasanya berkaitan erat dengan bagaimana penampilan bangunan itu sendiri secara fisik.

Kejamakan
Kejamakan suatu bangunan dinilai dari seberapa jauh karya arsitektur tersebut mewakili suatu raga atau jenis khusus yang spesifik, mewakili kurun waktu sekurang-kurangnya 50 tahun. Dalam hal ini ragam/langgam spesifik yang ada pada arsitektur bangunan-bangunan bersejarah (Ellisa, 1996) :
  • Langgam arsitektur Klasik/Kolonial (Neoklasik/Art Deco/Gothic/Renaisans/ Romanik.
  • Langgam arsitektur Kolonial tropis (langgam arsitektur Klasik yang telah diadaptasi dengan iklim tropis di Indonesia).
  • Langgam arsitektur Eklektik/Indisch Style (langgam arsitektur Klasik/Kolonial tropis yang mengandung unsur tradisional Melayu atau daerah lainnya di Indonesia).
  • Langgam arsitektur campuran (Klasik/Kolonial dengan Cina, Islam, atau India, atau campuran diantaranya)
Kelangkaan
Kriteria kelangkaan menyangkut jumlah dari jenis bangunan peninggalan sejarah dari langgam tertentu. Tolak ukur kelangkaan yang digunakan adalah bangunan dengan langgam arsitetur yang masih asli yang sesuai dengan asalnya. Yang termasuk kategori langgam arsitektur yang masih asli (Ellisa, 1996).

Contohnya : Langgam arsitektur klasik/kolonial (neoklasik, art deco, art nouvo, gothic, renaissance), langgam arsitektur Cina, langgam arsitektur Melayu, langgam arsitektur India, langgam arsitektur Malaka (Melayu-Cina), langgam arsitektur Islam.

Keistimewaan
Tolak ukur yang digunakan untuk menilai keistimewaan/keluarbiasaan suatu bangunan, yaitu bangunan yang memiliki sifat keistimewaan tertentu sehingga memberikan kesan monumental, atau merupakan bangunan yang pertama didirikan untuk fungsi tertentu (misalnya Masjid pertama, Gereja pertama, Sekolah pertama, dll).
Kesan monumental pada bangunan juga dapat memberikan keistimewaan sendiri. Kesan monumental itu sendiri tentunya dinilai dari skala monumental yang ada pada suatu bangunan. Skala monumental memiliki pengertian sebagai suatu skala ruang yang besar dengan suatu obyeknya yang mempunyai nilai tertentu, sehingga manusia akan merasakan keagungan dalam ruangan. Dengan melihat bangunan yang memiliki skala monumental diharapkan pengamat akan merasa terkesan (impressed) dan kagum, tetapi bukannya merasa takut karena merasa kecil dan rapuh.

Peranan sejarah
Tolak ukur yang digunakan untuk menilai bangunan yang memiliki peranan sejarah, yaitu:
-Bangunan atau lokasi yang berhubungan dengan masa lalu kota dan bangsa, merupakan suatu peristiwa sejarah, baik sejarah tersebut merupakan sejarah Kota Bandung, sejarah Nasional, maupun sejarah perkembangan suatu kota.
-Bangunan atau lokasi yang berhubungan dengan orang terkenal atau tokoh penting.
-Bangunan hasil pekerjaan seorang arsitek tertentu, dalam hal ini arsitek yang berperan dalam perkembangan arsitektur di Indonesia pada masa Kolonial.

Memperkuat Kawasan
Tolak ukur yang digunakan adalah bangunan yang menjadi landmark bagi lingkungannya, dimana kehadiran bangunan tersebut dapat meningkatkan mutu/kualitas dan citra lingkungan sekitarnya. Beberapa keadaan yang dapat memudahkan pengenalan terhadap suatu bangunan sehingga dapat menjadi ciri dari suatu landmark antara lain adalah (Lynch, 1992 : 79-83) :
- Bangunan yang terletak disuatu tempat yang strategis dari segi visual, yaitu di persimpangan jalan utama atau pada posisi “tusuk sate” dari suatu pertigaan jalan.
- Bentuknya istimewa karena besarnya, panjangnya, ketinggiannya, atau karena keunikan bentuk.
- Jenis penggunaannya, semakin banyak orang yang menggunakannya maka akan semakin mudah pula pengenalan terhadapnya.
- Sejarah perkembangannya yaitu semakin besar peristiwa sejarah yang terkait terhadapnya maka semakin mudah pula pengenalan terhadapnya.

Contohnya : “Stasiun Jakarta Kota“
dikenal pula sebagai Stasiun Beos adalah stasiun kereta api yang berusia cukup tua di Kota Tua Jakarta dan ditetapkan oleh Pemerintah Kota sebagai cagar budaya. Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki kelanjutan jalur.



Adapun analisis kriteria konservasi terhadap Karaton Surakarta Hadiningrat adalah sebagai berikut :

1. Estetika
bangunan ini memiliki nilai estetika seperti ornamen-ornamen kolonial yang menggunakan struktur baja bentang lebar yang khas.

2. Kejamakan

Bangunan ini hapir keseluruhan berwarna putih, dan jika dilihat dari bentuk, bangunan ini menggunakan langgam antara arsitektur eropa dan arsitektur asia.

3. Kelangkaan

Bangunan ini cukup langka keberadaannya, dikarnakaan perkembangan trend dan budaya setempat. oleh karna itu kita jaga bangunan tua yang ada di sekitar kita agar tidak terlindas dengan kejamnya zaman.

4. Keistimewaan

Bangunan ini sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat jakarta. sejak zaman dahulu bangunan ini menjadi pusat trasportasi baik dalam kota maupun luar kota.

5. Peranan Sejarah


Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, dimana berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.

6. Memperkuat Kawasan


Pemerintah Kota melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993 sebagai cagar budaya.
Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki kelanjutan jalur.
Koordinat : 6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°LS 106.8146342°BT / -6.1375786; 106.8146342
Keberadaannya pada saat ini diributkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang komersial. Padahal, stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, selain bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar budaya, namun terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.


PERAN ARSITEK









TUGAS KONSERVASI ARSITEKTUR

PERAN ARSITEK DALAM PELESTARIAN DAN PEMUGARAN

Internal :

- meningkatkan kesadaran di kalangan arsitek untuk mencintai dan mau memelihara warisan budaya berupa kawasan dan bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi

- Meningkatkan kemampuan serta penguasaan teknis terhadap jenis-jenis tindakan pemugaran kawasan atau bangunan, terutama teknik adaptive reuse

- Melakukan penelitian serta dokumentasi atas kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan

Eksternal :

- Memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur.
- Membantu Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (Urban Design Guidelines)
- Membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan baru bangunan-bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi arsitekturalnya.
- Memberikan contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan finansial.



Peran Arsitek dalam pelestarian dan pemugaran adalah bagaimana memberikan kontribusi, sesuai bidang, agar lingkungan sekitar tetap terjaga dan dipertahankan sesuai fungsi dan kebutuhan ssat ini dan masa yang akan datang.

Contoh:

KONSERVASI BANGUNAN KRATON JOGJAKARTA




Dalam proses konservasi bangunan kraton yogyakarta, peran seorang arsitek dapat terlihat dalam beberapa hal yang dianggap kecil namun bernilai besar, antara lain :

- Dari segi bahan materian yang sebagian besar menggunakan material kayu di ganti menjadi bahan yang mirip dengan kayu. contoh : alukubon motif kayu.
- sistem penghawaan dipertahankan hanya meerubah dari segi tata ruangnya saja.


Senin, 11 April 2011

RUMAH HEMAT ENERGY



Hemat energi dapat dimulai dari rumah kita sendiri loh ^_^

Merenofasi rumah jangan hanya mementingkan estetika atau perkembangan treend semata, pikirkanlah rumah anda agar nyaman dan ranah lingkungan di kondisi dunia yang tak stabil lagi, sebab persentase terbesar panas bumi berasal dari bangunan yang kita huni loh.

Ada beberapa opsi dan kesempatan yang dapat kita lakukan terhadap gerakan hemat energi di rumah kita. Langkah-langkah ini sangat baik untuk diterapkan oleh rekan-rekan ketika ingin membangun rumah baru atau merenovasi rumah. Kadang langkah tersebut terkesan sangat sederhana dan tak terlintas di benak kita. Padahal jika ditilik, besar sekali manfaatnya untuk lingkungan sekitar.



Pencahayaan dengan efisiensi tinggi.

Di pasaran banyak dijual lampu yang mengklaim hemat energi. Lampu-lampu ini memang berharga relatif mahal di awal pembelian, namun apakah kita pernah berpikir mengenai life cost-nya? Lampu yang berkualitas jelek pasti lebih sering rusak dan menuntut diganti, dan itu berarti pengeluaran uang, bukan? Jadi saat berbelanja peralatan elektronik, upayakan memilih yang memang benar-benar hemat energi.

Pencahayaan langit dan siang hari.

Tuhan memberikan karunianya berupa matahari dan langit yang dapat berfungsi sebagai sumber cahaya di pagi hingga sore hari. Ada dua strategi pencahayaan, pencahayaan samping dan atas. Bila diterapkan dengan perencanaan dan desain yang baik di rumah kita, bukan tidak mungkin dapat menggantikan fungsi lampu listrik dan akhirnya menghemat biaya listrik.


Pembayangan ruang luar, kulit bangunan, dan ventilasi.

Bangunan dengan bahan kulit atau pelingkup yang memiliki nilai hambatan hantaran panas yang besar akan berpengaruh besar terhadap kenyamanan ruang dalam. Begitu juga dengan pembayangan bukaan, kaca, maupun teras sama implikasinya dengan kenyamanan termal penghuni rumah. Kita harus ingat panas sinar matahari berpengaruh terhadap suhu ruang dalam melalui tiga cara : konduksi, konveksi dan radiasi. Pemilihan bahan dan desain pembayangan dan bukaan ventilasi yang baik akan berimplikasi terhadap kenyamanan dan energi, terlebih bila kita sering menggunakan AC atau kipas angin.


Atap yang dingin.

Memang agak aneh mendengar istilah ini. Maksud istilah ini adalah bahan penutup atap yang memiliki nilai hambatan hantaran panas yang cukup besar dan memiliki kemampuan memantulkan panas yang baik. Penutup atap dari bahan tanah atau keramik sangat baik untuk kenyamanan suhu ruang dalam. Apalagi bila ditambah penggunaan lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Poin ini berhubungan dengan penggunaan energi listrik untuk AC, sehingga AC tidak bekerja "ngoyo" di siang hari.


Peralatan rumah tangga berefisiensi tinggi.

Poin ini memang tidak berhubungan langsung dengan fisik bangunan, namun sangat berpengaruh dengan biaya listrik yang kita keluarkan setiap bulan. Sekarang pilihan merek dan spesifikasi alat rumah tangga semaikn beragam. Pilihlah yang hemat energi listrik sehingga memiliki life cost yang ringan untuk operasionalnya.

contoh disain bangunan yang lebih efisien dalam menangkap cahaya dan angin alami




Selamat berkreasi menghadapi krisis BBM dan Listrik!

Selasa, 08 Maret 2011

Tropical House





Indonesia merupakan salah satu dari negara-negara didunia yang dilalui garis katulistiwa, yang memiliki tanah yang subur yang kaya akan vegetasinya.

seperti apakah disain yang tepat, agar selaraskan dengan alam raya indonesia ????


Tropical house

Tropical house adalah desain rumah yang tepat untuk daerah yang dilalui garis katulistiwa atau yang beriklim tropis.

Lalu Desain rumah seperti apa yang Anda inginkan? Apakah desain klasik, etnik, minimalis, atau modern? Walaupun desain rumah sepenuhnya ada di tangan sang pemilik, ada baiknya saat membangun rumah, sang pemilik memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumahnya dan konsultasikan kepada ahlinya.

Jika kondisi cuaca di sana hanya mengenal dua musim, panas dan hujan atau tropis, ada baiknya jika desain rumah tropis yang dipadu dengan desain modern dijadikan panduan. Meski sudah sesuai dengan kondisi lingkungan, bukan berarti rumah bisa langsung dibangun. Ada pula beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin rumah tropis modern benar-benar nyaman.

Iklim tropis berarti mendapatkan cahaya matahari yang melimpah, kelembapan udara yang cukup tinggi, dan curah hujan yang cukup tinggi. Efek yang bisa timbul dari hal ini ialah ruangan akan menjadi sumpek dan panas jika tidak ada sirkulasi udara yang baik. Akibatnya, bisa timbul bakteri dan jamur yang kurang baik bagi kesehatan manusia.

Selain itu, kayu menjadi rawan terhadap pelapukan dan rayap. Begitu pula aliran hujan yang deras dan tertahan pada dak beton atau tersumbat dan menggenang pada talang akan rawan menimbulkan kebocoran, Untuk itu, perlu dilakukan beberapa hal untuk menyiasatinya. Pertama, untuk mengatasi masalah pencahayaan sinar matahari pada siang hari, dibuat skylight atau lubang bukaan cahaya pada bagian atap maupun dinding bagian atas. Bisa juga dibuat berbagai bukaan jendela maupun pintu kaca yang cukup besar, membuat ruang-ruang terbuka di dalam rumah, baik berupa taman di tengah ruangan maupun di belakang rumah.

jika anda ingin mengetahui titik bukaan yang baik maka anda perlu menganalisis titik jatuh cahaya matahari. dan cahaya matahari mempunyai 2 golongan yaitu yang menyehatkan dan yang tidak menyehatkan.


Langkah lain yang bisa dilakukan ialah mengatur dan mencoba mengarahkan arah jatuhnya sinar matahari pada bangunan. Caranya dengan membuat efek bayangan dalam ruangan dengan cara mencoba mengendalikan arah jatuhnya sinar melalui jendela atau skylight ke dalam bangunan. dalam pembuatan skyligh jangan lupa memperhatikan faktor yang di atas ya.

Kemudian mengatur maju-mundur bangunan sehingga didapat efek teranggelap dan kedalaman fasad bangunan. Hal lain yang bisa dilakukan ialah membuat bukaan pada bangunan dan efeknya terhadap bangunan seperti pintu, jendela, skylight, balkon maupun pergola kayu berikut kisi-kisi dan kanopinya.

Cara lainnya bisa menggunakan material dengan efek berat-ringannya terhadap cahaya seperti batu alam, beton, kayu, dan kaca atau besi. Bisa juga melakukan trik efek terang gelap bangunan melalui maju-mundur maupun kedalaman bangunan. Walaupun sinar matahari bagus untuk kesehatan, bukan berarti sinar matahari berlebih tak berbahaya.

Karena itu perlu dibuat kanopi untuk mencegah silau dan mengurangi tempias. Kalau perlu, buatlah kisi-kisi kayu atau besi sebagai secondary skin atau sunshading untuk mengurangi sinar matahari yang berlebih.

Untuk menyiasati kelembapan udara yang cukup tinggi, buatlah bukaan jendela atau pintu yang saling berhadapan satu sama lain. Tujuannya agar terjadi sirkulasi udara silang yang baik melalui sistem horizontal maupun vertikal. Atau cobalah memasukkan cahaya matahari ke dalam ruangan secara langsung, baik melalui dinding maupun lewat bukaan pada atap dengan waktu minimum satu jam agar tidak terjadi kelembapan.

Berikutnya, buatlah lubang-lubang angin baik di atas kusen maupun sisi dinding bagian atas agar sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Alternatif lainnya, buatlah jendela yang multifungsi dan bisa digunakan untuk dua keadaan. Jadi, jika pemilik rumah hanya menginginkan cahaya yang masuk, jalusinya dapat dibuka tapi anginnya tidak masuk, demikian pula sebaliknya.

Langkah lainnya, pilihlah kayu yang tahan terhadap pelapukan atau rayap atau dengan memberikan lapisan agar lebih tahan lama. Terakhir, soal curah hujan yang cukup tinggi, cobalah mengalirkan secepat mungkin curah hujan ke permukaan dan dalam tanah dengan cara memilih kemiringan atap yang curam.

Jangan lupa untuk memilih genteng yang memiliki alur dan kedalaman lurus sehingga air lebih cepat mengalir. Memasang talang vertikal yang banyak dan besar, terutama untuk yang menggunakan atap datar, juga bisa dilakukan, Yang juga harus diperhatikan ialah jangan membuat banyak jurai di bagian atap yang membuat genangan air dan berpotensi menimbulkan kebocoran. Tak ketinggalan, pasanglah alumunium foil yang dapat membantu mengurangi panas di bawah atap dan dapat membantu mengurangi kebocoran. Untuk bahan kusen area eksterior, pilih bahan alumunium maupun kayu yang tahan cuaca. Untuk finishing luar, pilih kayu dengan pelitur.

jadi apakah anda berubah pikiran untuk membangun rumah yang sesuai dengan kondisi lingkungan anda ?



Rabu, 09 Februari 2011

analisis bangunan publik di depok dengan menggunakan metode doktrinal

KRITIK DOKTRINAL

Pengertian :

Doktrin sebagai dasar dalam pengambilan keputusan desain arsitektur yang
berangkat dari keterpesonaan dalam sejarah arsitektur.

Sejarah arsitektur dapat meliputi : nilai estetika, etika, ideologi dan seluruh aspek
budaya yang melekat dalam pandangan masyarakat.

Melalui sejarah, kita mengenal terjadinya bentuk dalam arsitektur melalui norma yang
berkembang seperti :

Form Follow Function
Function Follow Form
Form Follow Culture
Form Follow World View
Less is More
Less is Bore
Big is beauty

o Buildings should be what they wants to be
o Building should express : Structure, Function, Aspiration, Construction Methods,
Regional Climate and Material
o Ornament is Crime
o Ornament makes a sense of place, genius loci or extence of architecture.

Doktrin bersifat tunggal dalam titik pandangnya dan biasanya mengacu pada satu ‘ISME’ yang dianggap paling baik untuk mengukur kualifikasi arsitektur yang diharapkan.

Keuntungan Kritik Doktrinal

• Dapat menjadigui deli ne tunggal sehingga terlepas dari pemahaman yang samar dalam arsitektur dengan demikian arsitek dapat mempunyai landasan yang tidak meragukan lagi dalam desain
• Dengan doktrin tertentu yang diyakini arsitek dapat mempunyai arah yang lebih jelas
dalam pengambilan keputusan

• Dapat memberikan daya yang kuat dalam menginterpretasi ruang.
• Dengan doktrin perancang merasa bergerak dalam nilai moralitas yang benar
• Memberikan kepastian dalam arsitektur yang ambigu
• Memperkaya penafsiran
• Mendorong segala sesuatunya tampak mudah dan mengarahkan penilaian menjadi
lebih sederhana ditengah-tengah kompleksitas arsitektur.
• Menganggap kebenaran dalam lingkup yang tunggal dan meletakkan kesalahan
pada prinsip lain yang tidak sepaham.
• Meletakkan kebenaran lebih kepada pertimbangan secara individual
• Terdapat kecenderungan untuk memandang arsitektur secara partial dan tidak
bersifat holistik
• Memungkinkan tumbuhnya pemikiran dengan kebenaran yang “absolut”
• Memperlebar konflik dalam tingkat teoritik dalam arsitektur

Eksisting Doktrin dalam Sejarah Arsitektur

a. Utilitarian
o Doktrin yang mengacu pada progress harga
o Keputusan arsitektur mengarahkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas
b. Preservasionist

o Doktrin yang cenderung mengacu pada isme lama
o Berorientasi pada paham yang bersifat immateri
o Tidak berorientasi pada bahan atau material

c. Tidy Minded
o Doktrin yang mengacu pada keteraturan
o Tahap pengambilan keputusan yang sistematik
o Berpikir detail dan cermat sebelum melanjutkan pada langkah berikutnya

d. The Improver
o Berpikir inovatif
o Menggali kemungkinan-kemungkinan baru dari kegagalan masa lalu
o Menyesuaikan pola-pola yang ada terhadap pola-pola baru yang muncul
o Ada keinginan yang kuat untuk mempertinggi kualitas karena kebaruan

Objek yang di analisis

majid kubah emas Dian Al-Mahri
Kubah emas merupakan salah satu mejid termegah dikota Depok. Masjid Dian Al Mahri adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah salat bagi umat muslim sehari-hari, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga dan menarik perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat.

Analisis objek

coba kita lihat pemakaiyan kritis doktrinal pada mesjid-mejid study banding lainnya


masjid al-aqsa


Brunei-Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin

Dalam penganalisisan sistem kritisi doktrinal mulai terlihat mulai dari ornamen, kubah, pintu, dan penzonaan.


Kesimpul Ananalisis Doktrinal

• Tidak etik menggunakan keberhasilan arsitektur masa lalu untuk bangunan fungsi
mutakhir
• Tidak etik memperlakukan teknologi secara berbeda dari yang dilakukan sebelumnya
• Bahwa desain arsitektur selalu mengekspresikan keputusan desain yang tepat
• Secara sosial bangunan akan tercela bila ia merepresentasikan sikap seseorang dan
tidak didasarkan pada hasrat yang tumbuh dari kebutuhan masyarakatnya

Sabtu, 22 Januari 2011

ANALISIS BANGUNAN PUBLIK DI DEPOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE TERUKUR

Definisi Kritik Terukur :
Kritik Terukur yaitu: metode kritik dengan melihat ukuran dan besaran ruang yang digunakan dalam sebuah bangunan dengan acuan standarisasi dengan bangunan lainnya. dan juga dapat mengacu pada standarisasi yang telat ditetapkan dalam Data Arsitektur (Neufert Architect's Data) dan Time Saver.Objek yang akan dianalisis adalah : Perpustakaan Universitas Indonesia


Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok


Indonesia akan memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia. Gedung perpustakaan ini dirancang dengan konsep sustainable building, menggunakan sumber energi terbaru berupa energi matahari, dan anti penggunaan plastik dalam gedung. Area baru ini ditetapkan bebas asap rokok, hijau, dan hemat listrik, air dan kertas. Inilah beberapa keutamaan yang membuat perpustakaan ini akan menjadi yang terbesar, termodern dan terindah di dunia.

Lokasi bangunan berada di tepi danau Kenanga Universitas Indonesia dan berjarak sekitar 100 meter dari gedung rektorat. Gedung perpustakaan ini akan memiliki luas bangunan 30.000 meter persegi serta terdiri atas delapan lantai. Gedung berlantai delapan ini dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan.


Site plan perpustakaan UI

Dari gambar site plan di atas, dapat di analisis, pola denah yang membentuk ruang menggunakan sistem memusat. Penggunaan pola mem
usat kemungkinan menggunakan konsep post-modern. Yang mengutamakan fungsionalis dan estetika.

Contoh perkembangan pola.



Acuan dari pendesainan ruang tersebut sebenarnya terbentuk dari kebutuhan space, perhitungan ruang tersebut diukur dari space ruang yang terdapat dari 'personal space' manusia, sehingga pendesaianan ruang tersebut diperuntukan seberapa banyak manusia yang bisa masuk kedalam bangunan tersebut.

Contoh acuan pengukuran ruang-ruang agar tepat dan nyamat pada ruang yang di rancangan.

Kesimpulannya :

Dari hasil analisis dengan metode terukur dapat disimpulkan bahwa bangunan perpustakaan UI merupakan bangunan yang sudah direncanakan secara matang dan terukur. Perencanaan pada denah menggunakan metode memusat pot-modern yang dapat memaksimalkan fungsi dari ruang tersebut secara maksimal.